Etika Profesi dan Pengembangan Diri

Tugas 8
Kelompok 8 :
Tyas Kristyana           682012063
Gishella Wahongan     682012061
Cadwell Rumagit        682012058
Vinilia Kamuh             682012049
Guido Walujan            682012042


3 (tiga) kategori cybercrisme :
1.      Cyberpiracy

Contoh kasus dari pengalaman sendiri
Karena mendownload windows 8 bajakan dari internet, setelah terinstal ternyata laptop tersebut bukannya berakhir dengan memiliki sistem operasi windows 8 tapi ternyata berakhir dengan blue screen dan harus di bawah ke tempat service untuk menerima perbaikan, atau di instal lagi sistem operasinya.


2.      Cybertrespass

Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia
Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain. Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang dicuri dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, pencurian account cukup menangkap userid dan password saja. Hanya informasi yang dicuri.                                                                                  
Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya benda yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunaan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung. Membajak situs web. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan. Sekitar 4 bulan yang lalu, statistik di Indonesia menunjukkan satu (1) situs web dibajak setiap harinya. Probing dan port scanning. Salah satu langkah yang dilakukan cracker sebelum masuk ke server yang ditargetkan adalah melakukan pengintaian. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan port scanning atau probing untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target. Sebagai contoh, hasil scanning dapat menunjukkan bahwa server target menjalankan program web server Apache, mail server Sendmail, dan seterusnya. Analogi hal ini dengan dunia nyata adalah dengan melihat-lihat apakah pintu rumah anda terkunci, merek kunci yang digunakan, jendela mana yang terbuka, apakah pagar terkunci (menggunakan firewall atau tidak) dan seterusnya. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan pencurian atau penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah mencurigakan. Berbagai program yang digunakan untuk melakukan probing atau port scanning ini dapat diperoleh secara gratis di Internet. Salah satu program yang paling populer adalah nmap (untuk sistem yang berbasis UNIX, Linux) dan Superscan (untuk sistem yang berbasis Microsoft Windows).                                                                                            
Selain mengidentifikasi port, nmap juga bahkan dapat mengidentifikasi jenis operating system yang digunakan. Sedemikian kompleksnya bentuk kejahatan mayantara dan permasalahnnya menunjukan perlunya seorang profesional yang secara khusus membidangi permasalahan tersebut untuk mengatasi atau setidaknya mencegah tindak kejahatan cyber dengan keahlian yang dimilikinya. Demikian pula dengan perangkat hukum atau bahkan hakimnya sekalipun perlu dibekali pengetahuan yang cukup mengenai kejahatan mayantara ini disamping tersedianya sarana yuridis (produk undang-undang) untuk menjerat sang pelaku.

DAFTAR PUSTAKA:
a.       Lestari Sri, Prasetya, “Kasus Kejahatan Komputer” Artikel
b.      Prabowo W. Onno, “Belajar Menjadi hacker” Artikel
d.      http://fauzzi23.blogspot.com/definisi_hacer di ambil pada tanggal 1 Nopember 2008


3.      Cybervandalism

KOMPAS.com — Perang cyber telah melangkah lebih jauh. Peralatan "perang" ini pun semakin beragam dan canggih. Salah satunya adalah virus atau malware. Bahkan, kini muncul virus/malwareyang sangat canggih dan kompleks dalam bentuk attack toolkit.
Virus berbahaya tersebut adalah adalah "Flame". Virus yang ditemukan oleh tim Kaspersky Lab ini dirancang khusus untuk memata-matai pengguna komputer yang terinfeksi dengan berbagai cara. Seperti malware Stuxnet dan Duqu yang sempat membuat kacau proyek reaktor nuklir milik Iran, Flame disinyalir merupakan "senjata cyber" yang sengaja diluncurkan oleh sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu.
"Malware Flame sepertinya adalah jenjang selanjutnya dari perang (cyber). Hal yang penting diketahui adalah bahwa senjata cyber seperti ini bisa digunakan untuk menyerang negara mana pun," ujar Eugene Kaspersky, CEO dan pendiri Kaspersky Lab, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Wired.


KasperskyArea sebaran dan jumlah kasus malware Flame
Jika Stuxnet memiliki target spesifik berupa perangkat industri, Flame secara khusus mengincar kalangan bisnis dan universitas, serta hanya menginfeksi tak lebih dari 5.000 komputer pribadi di seluruh dunia, diduga melalui jaringan atau USB Flashdisk.
Penyebaran terbatas tersebut disinyalir memiliki tujuan untuk menghindari pendeteksian selama mungkin. Flame diperkirakan telah beredar sejak 2010, berdekatan dengan waktu penemuan Stuxnet yang kepergok karena menyebar terlalu liar. Kaspersky Lab baru menemukan Flame dua minggu lalu.
"Dilihat dari kecanggihan dan area sebarannya yang melingkupi negara-negara tertentu di Timur Tengah, tak diragukan lagi, ini (Flame) disponsori oleh sebuah negara," ungkap Alexander Gostev, Kepala Riset dan Analisis Global Kaspersky dalam blognya.
Gostev mengategorikan pembuat malware dalam tiga golongan berdasarkan kompleksitas dan karakteristik serangan, yaitu hacktivist, penjahat cyber, dan negara (nation-state). Menurutnya, Flame masuk dalam kategori yang disebut terakhir. Gostev juga mengatakan bahwa Flame memberikan arah baru bagi perang dan spionase digital.
Flame menginfeksi sejumlah komputer di negara-negara tertentu di Timur Tengah, termasuk Iran, Palestina, Israel, Lebanon, dan Suriah. Pembuat malware ini belum diketahui.
Berbeda dengan Stuxnet yang juga dikategorikan sebagai "senjata cyber", Flame sepertinya didesain bukan untuk merusak sistem, melainkan untuk mengumpulkan data dengan cara memata-matai pengguna komputer yang terinfeksi.
Saat aktif di komputer, Flame mendeteksi lalu lintas jaringan dan menyadap percakapan audio, baik yang dilakukan melalui software, seperti Skype, maupun dengan cara mengaktifkan mikrofon komputer. 
Malware ini juga sanggup merekam ketikan keyboard, mengambil screenshot, mencegat e-mail, bahkan mendeteksi dan mencuri data dari perangkat bluetooth.
Data-data curian yang dikumpulkan Flame kemudian dienkripsi dan dikirimkan ke sejumlah domain "Command and Control" milik pembuatnya yang tersebar di seluruh dunia dan bisa diganti ke alamat lain kapan saja apabila domain yang bersangkutan ditutup atau ditinggalkan. Begitu canggihnya fungsi Flame, para ahli diperkirakan butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajari hal-hal apa yang bisa—dan akan—dilakukan malware tersebut.
Muncul rumor bahwa serangan senjata cyber yang belakangan muncul bisa jadi ditujukan untuk menekan Iran dalam negosiasi program nuklirnya. Flame pertama kali ditemukan di komputer milik Kementerian Minyak Iran.
Selain Flame, ditemukan juga malware lain bernama "Viper" yang berusaha menghapus data dari server.

PENYEBAB TERJADINYA CYBERCRIME
1.      mahalnya software yang asli.
2.      Kelalaian pengguna komputer. Hal ini merupakan salah satu penyebab utama kejahatan komputer.
3.      Mudah dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlukan peralatan yang super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi akan sangat sulit untuk melacaknya, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus melakukan hal ini.
4.      Para pelaku merupakan orang yang pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan komputer tentang cara kerja sebuah komputer jauh diatas operator komputer.
5.      Sistem keamanan jaringan yang lemah.
6.       Kurangnya perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvensional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya


PENANGGULANGAN CYBERCRIME

1.      Mengamankan sistem
1)      Tujuan yang nyata dari sebuah sistem keamanan adalah mencegah adanya perusakan bagian dalam sistem karena dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan. Pengamanan sistem secara terintegrasi sangat diperlukan untuk meminimalisasikan kemungkinan perusakan tersebut:
2)      Membangun sebuah keamanan sistem harus merupakan langkah-langkah yang terintegrasi pada keseluruhan subsistemnya, dengan tujuan dapat mempersempit atau bahkan menutup adanya celah-celah unauthorized actions yang merugikan
3)      Pengamanan secara personal dapat dilakukan mulai dari tahap instalasi sistem sampai akhirnya menuju ke tahap pengamanan fisik dan pengamanan data.
4)      Pengaman akan adanya penyerangan sistem melaui jaringan juga dapat dilakukan dengan melakukan pengamanan FTP, SMTP, Telnet dan pengamanan Web Server.
5)      Berbagai perangkat lunak keamanan sistem meliputi :
·         Internet Firewall
·         Kriptografi
·         Secure Socket Layer (SSL)

2.      Penanggulangan Global

Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah:
·         melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya
·         meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional
·         meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime
·         meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi
·         meningkatkan kerjasama antarnegara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime

3.      Perlunya Dukungan Lembaga Khusus
·         Lembaga-lembaga khusus, baik milik pemerintah maupun NGO (Non Government Organization), diperlukan sebagai upaya penanggulangan kejahatan di internet
·         Amerika Serikat memiliki komputer Crime and Intellectual Property Section (CCIPS) sebagai sebuah divisi khusus dari U.S. Departement of Justice. Institusi ini memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime
·         Indonesia sendiri sebenarnya sudah memiliki IDCERT (Indonesia Computer Emergency Rensponse Team). Unit ini merupakan point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah-masalah keamanan computer



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

410 comments:

«Oldest   ‹Older   401 – 410 of 410   Newer›   Newest»
melanie rao said...

"Professional Ethics and Personal Development" offers a compelling exploration of the intersection between ethical principles and individual growth within the professional sphere. Through insightful analysis and practical guidance, this resource navigates the complexities of ethical decision-making in various professional contexts, emphasizing the importance of integrity, honesty, and accountability in fostering a positive work environment and upholding organizational values. Furthermore, it delves into the role of personal development in enhancing professional ethics, highlighting the significance of self-awareness, continuous learning, and introspection in cultivating ethical leadership and fostering a culture of integrity.
Divorce Lawyers Fairfax VA
Fairfax Divorce Lawyer

ralph said...


Professional ethics and self-development entail adhering to ethical principles and standards within one's profession while actively striving to enhance personal skills and knowledge. This involves upholding integrity, honesty, and accountability in professional conduct, alongside a commitment to continuous learning and improvement. The combination of professional ethics and self-development forms the foundation for success in one's career and fosters a positive impact on society.
henrico traffic lawyer
virginia uncontested divorce
uncontested divorce in va





peacemedia said...

It was a very good post indeed. I appreciate you taking the time and making the effort to create this content. Keep up the good work.
stall designer
booth fabricators

colton said...

"Etika Profesi dan Pengembangan Diri" adalah sumber tinggi bagi individu yang ingin memperdalam pemahaman etika dalam profesi dan pengembangan diri secara keseluruhan. Iti membantu pembaca memahami moral implikasi dari tindkan mereka dalam lingkungan kerja, membentuk praktik profesional bertanggung jawab dan bermartabat, yang esensial dalam membangun reputasi yang berbaik dan mempertahankan kepercayaan dari rekan kerja, klien, dan masyarakat umum. "Etika Profesi dan Pengembangan Diri" menyoroti pengembangan diri sebagai individu, meningkatkan materi-materi tersebut dengan materi-materi yang mudah dipahami dan relevan. abogado flsa cerca de mí

edward john said...

Reef Heazlewood, a rising star in the surf world, is being sponsored by Havaianas, a brand that aims to connect with a younger generation of surfers. The partnership is seen as a positive move by Havaianas, as it will help develop Heazlewood's skills and connect with a younger generation of surfers. However, some critics question the suitability of Heazlewood as a brand ambassador.
mejor abogado inmobiliario cerca de mí

kolson said...

The Decapinator is a DIY decapping machine designed for electronics enthusiasts and professionals. Its robust design and high-quality metal parts ensure durability and longevity. The machine's user-friendly layout makes it easy to set up and start using. It excels in performance, removing encapsulation material from ICs with precision, allowing for further analysis or repairs. The machine is user-friendly, with clear instructions and standard tools, eliminating the need for specialized equipment. Safety features, such as a secure clamping mechanism and shielding, ensure safety and efficiency. The Decapinator offers excellent value for money, resulting in substantial time and cost savings for frequent users. Overall, the Decapinator is a reliable and efficient decapping solution for both hobbyists and professionals.
abogado flsa cerca de mí
A licensed professional, a lawyer advises and represents clients in a variety of legal matters, including criminal, family, personal injury, and business law. By educating people about their legal rights and options, representing them in court, settling disputes, preparing legal documents, conducting research, and standing up for their clients' interests, they play a critical role in society.

woody said...

particularly the EF5 tornado, caused significant damage and loss of life. Typhoon Haiyan, one of the strongest tropical cyclones ever recorded, caused catastrophic damage in the Philippines, highlighting coastal vulnerability. These events underscored the importance of proactive measures and international cooperation in addressing climate-related challenges.
motorcycle accident injury lawyer A lawyer is a licensed professional who provides legal advice and representation to clients in various areas of law, such as criminal, family, personal injury, and business law. They play a crucial role in society by helping people understand their legal rights and options, representing clients in court, negotiating settlements, drafting legal documents, conducting research, and advocating for clients' interests.

Govind Tiwary said...

Free Movies Download TheMoviesFlix
Free Movies Download TheMoviesFlix

luna said...

Cyberpiracy poses significant threats to digital security, targeting both individuals and businesses through various malicious activities such as data theft, phishing, and ransomware. The increasing sophistication of cyberpirates demands robust cybersecurity measures and awareness to protect sensitive information. Combating cyberpiracy requires a proactive approach, including regular updates, strong passwords, and comprehensive cybersecurity training.
family law attorney near me edison nj

Michael Findley said...

As a student, understanding the Difference Between Notice Of Assignment And Notice Of Transfer is crucial. A Notice of Assignment typically refers to the legal document that informs a debtor that their debt has been assigned to another party, transferring the rights to collect on that debt. On the other hand, a Notice of Transfer generally pertains to the transfer of ownership or rights in something other than debt, such as property or intellectual property.

«Oldest ‹Older   401 – 410 of 410   Newer› Newest»

Post a Comment